Apa Itu Layar OLED dan AMOLED Pada Sebuah Smartphone

Posted on

genericmedmart com – Saat membaca review tentang spesifikasi sebuah smartphone pasti kalian sering melihat istilah OLED dan AMOLED untuk jenis layar yang digunakan pada perangkat tersebut.

Tapi tahukah kalian, apa itu layar OLED dan AMOLED dan apa perbedaan diantara keduanya?

Untuk mengetahuinya, pada kesempatan kali ini tim redaksi akan membahas secara detail mengenai kedua jenis layar smartphone tersebut.

Silahkan disimak hingga akhir artikel dibawah ini.

Apa itu Layar OLED dan AMOLED?

Untuk bagian pertama akan kita bahas dahulu jenis layar OLED. OLED sendiri merupakan singkatan dari Organic Light-Emitting Diode, dimana ini adalah jenis Light-Emitting Diode (LED)  yang pada lapisan emissive electroluminescent merupakan lembaran senyawa organik yang akan memancarkan cahaya bila dilalui arus elektrik.

Lapisan bahan semikonduktor organik tersebut diletakkan di antara dua eletroda, yang pada umumnya salah satu elektroda tersebut memiliki karateristik yang tembus pandang.

Jenis layar OLED sendiri dibagi langi menjadi dua jenis, yakni:

  1. Small Molecule (SMOLED)
  2. Organic Polymer (PLED atau LEP)

Untuk jenis layar OLED ini mempunyai karbon organik yang bisa menghasilkan cahaya di setiap bagian layarnya.

Uniknya, molekul dari karbon organik ini tidak memerlukan lampu atau cahaya dan bisa menerangi dirinya sendiri Serta bisa menciptakan tingkat kecerahan yang imbang dengan pewarnaan yang lebih realistis.

Sehingga secara sederhana, jenis layar OLED ini bisa menciptakan satu warna konsisten di manapun penonton bisa menyaksikannya dalam sebuah ruangan.

Selain itu, untuk ukuran layar OLED sendiri bisa lebih tipis dari QLED dan sangat hemat konsumsi daya listrik.

Sementara untuk jenis layar AMOLED (Active Matrik Organic Light- Emitting Diode), adalah sebuah pengembangan teknologi layar yang berasal dari OLED sebagai bahan organik utamanya.

Untuk layar AMOLED sendiri terdiri dari film-film tipis sehingga membentuk perangkat yang memiliki tekstur yang lebih padat.

Dimana jika susunan film-film tersebut apabila dialiri energi listrik maka akan memancarkan cahaya. Untuk jenis layar AMOLED benar-benar terbentuk dari diode organik, bukan terbentuk dari kristal, filter polar ataupun backlight seperti yang terdapat pada layar jenis LCD.

Salah satu kelebihan jika sebuah smartphone menggunakan jenis layar ini adalah,perangkat tersebut dapat menampilkan gambar  yang lebih jernih dibanding teknologi display lainnya termasuk OLED itu sendiri.

Selain itu, view angle  atau sudut pandang pada layar AMOLED juga lebih baik jika dibanding jenis display atau layar lainnya.

Bahkan, layar jenis AMOLED ini juga diketahui dapat membuat pergerakan atau transisi sebuah gambar jauh lebih halus karena respon dan refresh rate yang jauh lebih baik dibanding jenis layar lainnya.

Dengan kata lain,menggunakan smartphone yang dibekali dengan AMOLED bisa dibilang benar-benar memanjakan mata.

Maka tak heran jika smartphone yang menggunakan teknologi layar ini memiliki harga yang  jauh lebih mahal.