Boateng Ceritakan Kisahnya Jadi Korban Rasis pada Rekan Setim

Posted on

Berita Liga Jerman: Bek Bayern Munich keturunan Ghana, Jerome Boateng baru-baru ini menceritakan kisah kelamnya di masa lalu saat menjadi korban rasis kepada dua rekan setimnya di Bayern Munich, Joshua Kimmich dan Leon Goretzka.

Boateng adalah salah satu pemain yang sangat mendukung gerakan anti rasis di sepakbola. Hal itu ia lakukan karena memiliki pengalaman yang begitu menyakitkan saat dirinya menjadi korban rasis di masa lalu.

Boateng, bek yang kini berusia 31 tahun itu lahir dari ibu yang berasal dari Jerman dan ayah dari Ghana. Di masa lalu, ia mengaku pernah mendapat nyanyian monyet dari para suporter ketika bertanding di lapangan.

“Jadi saya bisa menceritakan kepada mereka kisah saya, apa pengalaman saya, dan mengapa begitu menyakitkan dan sulit untuk mendengar hal-hal itu (nyanyian rasis),” kata Boateng dalam video call.

“Ada beberapa situasi yang tentu saja sangat sulit bagi kami untuk membantu mereka, tetapi anda bisa membantu dalam suatu situasi yang lainnya. Jika ada sekelompok orang yang melakukan aksi rasisme, dan tidak ada seorang pun yang mendekat untuk membantu korban, anda tidak akan tahu apa yang terjadi selanjutnya,”

“Jika ada seseorang yang dekat dengan korban, tolong hubungi polisi, tolong, apa pun, karena itu dapat membantu dan menyelamatkannya mungkin situasi yang berbahaya,” pungkasnya.

Boateng juga ingin Bayern Munich kembali melanjutkan aksi gerakan Black Lives Matter dalam laga lanjutan Liga Champions Eropa.

Artikel Tag: Jerome Boateng, Bayern Munich