Cara Mematikan Windows Defender di Windows 10 dengan Mudah

Posted on

Windows Defender adalah aplikasi antivirus yang sudah terintegrasikan dengan sistem operasi Windows 7, 8, dan 10. Jadi bagi Anda yang memiliki salah satu dari ketiga sistem operasi ini, tidak perlu lagi menginstal anti virus pihak ketiga.

Windows Defender ini sebenarnya merupakan antivirus yang cukup solid dan aman. Namun jika Anda memutuskan lebih nyaman menggunakan antivirus lain, sebaiknya Windows Defender dimatikan saja supaya tidak terjadi konflik.

Toh, lagipula sebenarnya tidak perlu memiliki lebih dari satu antivirus karena nantinya akan membuat PC lemot. Untuk itulah Carisinyal akan beberkan cara mematikan Windows Defender pada Windows 10 berikut ini.

Cara Mematikan Windows Defender Sementara

Kalau Anda sedang ingin menginstal sesuatu dan terhalangi oleh Windows Defender, Anda hanya perlu menonaktifkannya untuk sementara waktu. Berikut langkah-langkahnya.

1. Kunjungi Dasbor Windows Security

Pertama-tama yang Anda harus lakukan tentu mengakses dasbornya Windows Defender. Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengaksesnya namun yang paling mudah adalah melalui ikon pada System Tray atau Task Bar yang terletak di pojok kanan bawah.

Jika tidak terlihat ikon Windows Defender di sebelah keterangan jam, Anda perlu meng-expand area ikon dengan mengklik pada tanda panah seperti di atas. Kemudian, carilah logo Windows Defender atau Windows Security dan klik ganda pada ikon tersebut.

2. Pilih Menu Virus & Threat Protection

Setelah Anda mengklik ganda pada ikon Windows Security, sebuah jendela akan terbuka yang berisikan berbagai menu yang mengatur sisi keamanan PC.

windows defender 2

Untuk melanjutkan, pilihlah menu Virus & Threat Protection sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar di atas.

3. Pilih Menu Manage Settings

Di bagian ini, Anda akan melihat beragam section dan pilihan seperti memindai kilat, melihat sejarah proteksi, dan lain sebagainya.

windows defender 3

Carilah section yang bertuliskan Virus & Threat Protection Settings, kemudian di bawahnya akan terlihat menu Manage Settings. Anda tinggal perlu klik Manage Settings untuk mengunjungi laman selanjutnya.

4. Matikan “Real-time protection”

Nah, di laman inilah Anda bisa men-disable Windows Defender agar tidak senantiasa mendeteksi virus atau malware yang kemungkinan bisa masuk.

windows defender 4

Apakah toggle untuk Real Time Protection menyala? Jika iya, klik sekali untuk mematikannya hingga tulisannya menjadi Off dan Anda pun sudah berhasil menonaktifkan Windows Defender. Anda bisa menyalakannya kembali dengan cara yang sama atau dengan melakukan restart pada PC.

Cara Mematikan Windows Defender Secara Permanen

Cara tadi hanya bisa mematikan Windows Defender untuk sementara dan akan kembali aktif secara otomatis. Untuk mematikannya secara permanen, ada beberapa metode yang bisa dilakukan yakni sebagai berikut.

Metode 1: Melalui Fitur “Add an Exclusion”

Cara pertama yang cukup mudah dilakukan adalah dengan menggunakan fitur Add an Exclusion yang ada di Windows Defender. Simpelnya, fitur ini akan memasukkan folder tertentu untuk masuk ke whitelist. Sehingga walaupun Real Time Protection menyala terus, folder apapun yang ada di whitelist tidak akan dilacak ataupun diganggu gugat oleh Windows Defender.

Dengan kata lain, Anda bisa memasukkan drive C: pada daftar exclusion supaya antivirus tidak berusaha untuk mendeteksi malware pada PC Anda.

1. Pilih Menu “Add or Remove Exclusions”

Jika prosesnya dimulai dari langkah awal, maka Anda perlu membuka Windows Security seperti tadi dengan cara mengklik ganda pada ikon di System Tray. Kemudian pilih menu Virus & Threat Protection > Manage Settings.

windows defender 5

Geser ke bawah sampai Anda menemukan menu bertuliskan Add or remove exclusions. Klik pada menu tersebut untuk melanjutkan.

2. Klik Menu Add an Exclusion

Kalau sebelumnya Anda pernah memasukkan folder ataupun file pada daftar pengecualian, path dari masing-masing item akan dimunculkan di sini.

windows defender 6

Untuk memasukkan keseluruhan PC pada daftar exclusion, klik pada pilihan Add an exclusion dan pilih menu Folder.

3. Masukkan Partisi C: pada Daftar Exclusion

Secara default, sistem operasi umumnya diinstal pada direktori C: sehingga Anda perlu memasukkannya pada daftar pengecualian. Jika Anda menginstal Windows pada partisi yang lain, maka huruf tersebut yang dipilih.

windows defender 7

Pada jendela yang muncul, klik pada huruf partisi yang ingin dituju, kemudian klik Select folder untuk mengonfirmasi. Jika ada jendela User Account Control yang muncul, klik saja tombol Yes.

windows defender 8

Kalau Anda sudah melihat partisi sistem operasi di dalam daftar, maka Anda sudah berhasil mematikan Windows Defender untuk selamanya, terlepas dari apakah Real Time Protection kembali menyala atau tidak.

Ini juga cara yang ampuh jika Anda hanya ingin mematikan Windows Defender untuk partisi tertentu saja. Oh iya, Anda juga melakukan proses yang sama untuk partisi lainnya. Jika Anda memasukkan partisi F: maka flashdisk yang dicolokkan tidak akan di-scan secara otomatis oleh Windows Defender. Untuk mengembalikan kondisi seperti awal, tinggal hilangkan partisi C: dari exclusion.

Metode 2: Melalui Group Policy

Selain dari cara tadi, Anda juga bisa mematikan Windows Defender secara permanen melalui Group Policy. Namun sebelumnya Anda harus mematikan Tamper Protection terlebih dahulu.

1. Matikan Tamper Protection

Bukalah Windows Security dan akses menu Virus & Threat protection -> Manage settings.

windows defender 9

Menu Tamper Protection terletak sedikit lebih atas dari menu Add or remove exclusions. Pastikan toggle pada menu Tamper Protection bertuliskan On, kemudian klik pada toggle tersebut hingga tulisannya berubah menjadi Off.

2. Buka Local Group Policy Editor

Kini setelah Tamper Protection berhasil dimatikan, Anda bisa melakukan pengeditan terhadap Local Group Policy Editor. Pasalnya, jika Tamper Protection menyala, Windows Defender akan menjaga supaya konfigurasi policy tidak bisa dimodifikasi dengan cara apapun, termasuk oleh tangan kita.

windows defender 10

Untuk membuka Local Group Policy Editor, klik pada tombol Start di pojok kiri bawah. Lalu ketikkan gpedit pada kolom pencarian dan klik pada menu Edit Group Policy.

3. Buka Polis “Turn Off Windows Defender Antivirus”

Begitu jendela Edit Group Policy terbuka, Anda perlu mencari folder Windows Defender Antivirus.

windows defender 11

Untuk menemukan folder tersebut Anda tinggal perlu mengklik folder Computer Configuration. Di dalam folder ini terdapat folder Administrative Templates. Masuk ke dalam folder ini dan klik folder Windows ComponentsScroll ke bawah hingga Anda menemukan Windows Defender Antivirus. Kemudian, klik dua kali pada pilihan Turn Off Windows Defender Antivirus.

4. Klik pada Opsi “Enabled”

windows defender 12

Pada jendela yang muncul, Anda akan melihat opsi Not configured, Disabled, dan Enabled. Pilihlah opsi Enabled dan klik OK untuk melakukan konfirmasi.

Nah, sekarang langkah selanjutnya adalah melakukan restart dan Windows Defender sudah dinonaktifkan secara permanen. Kalau ingin dikembalikan lagi seperti semula, tinggal ubah opsi dari Enabled ke Not configured, restart PC Anda, dan nyalakan kembali Tamper Protection.

Nah itu tadi cara-cara untuk mematikan Windows Defender pada Windows 10. Kini pilihan jatuh pada Anda untuk menonaktifkannya sementara ataupun secara permanen.

Yang pasti, usahakan untuk miliki setidaknya satu aplikasi antivirus karena tidak ada yang menjamin kapan PC Anda akan terkena serangan malware ataupun ransomware. Seperti kata pepatah dalam bahasa inggris, “Better safe than sorry“. Nah, selamat mencoba!