Carlos Sainz Ungkap Alasan DIrinya Lebih Matang di Usia yang Masih Muda

Posted on

Berita F1: Carlos Sainz menjelaskan bahwa ia menjadi pribadi yang lebih matang di usia muda karena telah belajar banyak dari orang yang lebih senior sepanjang kariernya..

Ketika Carlos Sainz menjalani debut perdanaya di F1 pada musim 2015 bersama Tim Scuderia Toro Rosso (kini AlphaTauri), ia masih berstatus sebagai anggota program pengembangan pebalap muda Red Bull Junior. Kemudian, menjelang akhir musim balap 2017 – tepatnya di empat balapan terakhir, pebalap asal Spanyol tersebut pindah ke tim pabrikan Renault F1 (kini Alpine F1). Sainz baru memperkuat Renault semusim penuh pada tahun 2018. Pebalap berusia 26 tahun tersebut lalu menjadi pebalap McLaren untuk musim balap 2019 dan 2020.

Performa Sainz (total: dua podium dan satu fastest lap) saat bersama tim asal Woking, Inggris, tersebut rupanya cukup membuat Ferrari yakin untuk merekrutnya sebagai rekan duet Charles Leclerc. Menjalani musim perdana bersama Ferrari di Kejuaraan Dunia F1 2021, Sainz mampu memperlihatkan penampilan yang cukup impresif untuk ukuran pebalap baru. Ia berhasil menuai empat poin pada lomba pembuka, GP Bahrain, dengan finis di peringkat kedelapan.

Sainz menjelaskan bahwa keputusannya berkarier di dunia balap jet darat sedini mungkin di usia muda membuatnya cepat matang. Sainz mengakui bahwa dirinya banyak belajar dari kru dan teknisi di tim-tim F1 yang diperkuatnya.

“Kami masih sangat muda ketika memulai karier di F1 dan ‘terjebak’ di lingkungan yang penuh dengan orang-orang dengan usia yang jauh lebih tua dan diharuskan untuk bekerja dengan mereka,” tutur Sainz seperti yang dilansir dari Laman Motorsport.com.

“Ketika Anda datang ke F1 dalam usia 20 tahun dan diharuskan bekerja dengan para bos, teknisi, dan mekanik yang telah berusia 45, 50, dan bahkan 60 tahun, Anda tentunya akan matang sangat cepat,” tambahnya.

“Anda dapat mengetahui dan mengenali apa yang menjadi keinginan. Anda pun bisa cepat mencari solusi dari maalah-masalah yang ada di depan Anda,” jelas peringkat keenam klasemen akhir F1 2020 lalu itu.

Carlos Sainz pun menjelaskan beberapa keuntungan bekerja dengan orang-orang yang lebih tua. Selain mampu berkembang lebih cepat, ia juga dapat menyesuaikan diri lebih cepat dengan lingkungan baru yang sebetulnya belum tepat untuk pebalap seusianya.

“Ini adalah hal yang menarik karena awalnya saya dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan tak ingin membuat kesal banyak orang,” ucapnya.

“Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, Anda tentunya bakal berkembang dan mampu mengatasi masalah sekaligus mengejar ambisi Anda secara lebih realistis,” tutup Sainz.    

Artikel Tag: Ferrari Team, McLaren Team, AlphaTauri Team, Alpine Team, Carlos Sainz Jr