Dulu Bilang Siap, Sekarang Malaysia Ragu Bisa Gelar Malaysia Open

Posted on

Berita Badminton : Baru-baru ini, karena serangkaian kasus para pemain top tenis dunia dan bintang NBA yang didiagnosis positif menderita Covid-19, Federasi Badminton Malaysia ragu-ragu pada masalah menjadi tuan rumah Malaysia Open pada bulan November tahun ini.

BAM sebelumnya menghadapi dilema mengenai apakah akan bisa menyelenggarakan turnamen Malaysia Open seperti yang direncanakan.

Di satu sisi, perlu untuk menghidupkan kembali olahraga bulu tangkis yang dihantam keras oleh situasi pandemi dan perintah pengendalian tindakan. Di sisi lain, itu harus di bawah standar prosedur operasional yang ketat yang selanjutnya kemungkinan akan menambah biaya penyelenggaraan.

Sampai saat ini, banyak pemain besar di dunia tenis, seperti pemain peringkat 1 dunia, Novak Djokovic, Dimitrov, Churich, Troyki, dll., didiagnosis positif Covid-19 setelah berpartisipasi dalam Adria Tennis Charity Show, dan bintang NBA, Jokic juga terinfeksi virus setelah berinteraksi dengan Djokovic.

Dalam hal ini, sekretaris jenderal Federasi Badminton Malaysia, Datuk Kenny Goh mengakui bahwa pada tahap ini mereka harus serius mempertimbangkan prospek dari Malaysia Open tahun ini.

“Federasi Badminton Dunia memberi lampu hijau dan kompetisi¬†itu dijadwalkan sesuai jadwal, tetapi ini adalah hal-hal sebelum serangkaian bintang telah didiagnosis baru-baru ini. Kami masih ragu-ragu karena kami masih menunggu pemerintah untuk membuat keputusan tentang menjadi tuan rumah turnamen,” kata Goh.

“Tetapi jika kami memutuskan untuk terus menyelenggarakan Malaysia Open, kami harus mempelajari penyebab dan pengaruhnya dengan cermat. Karena saya baru mengetahui dari berita bahwa Djokovic didiagnosis, permainan ini terlihat sedikit terlalu santai dan tidak cukup adanya tndakan pencegahan,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa jika turnamen akan diadakan, perlu untuk mengadopsi sistem kontrol yang ketat, sementara mematuhi semua pedoman yang disediakan oleh Departemen Kesehatan.

“Karena keselamatan dan kesehatan pemain tidak dapat dikompromikan, dan hal terakhir yang kami inginkan adalah new normal untuk bulu tangkis,” Kenny Goh menjelaskan.

Dilaporkan bahwa pemerintah diharapkan membuat keputusan tentang penyelenggaraan kompetisi pada 1 Juli mendatang.

Artikel Tag: Malaysia Open 2020, bam, Pandemi Covid-19