Sea Insights: Pendapatan UMKM Naik 160% Setelah Adopsi E-commerce

Posted on

Jakarta, genericmedmart.com – Peningkatan pemanfaatan digital menjadi salah satu langkah percepatan ekonomi yang dapat membawa angin segar bagi para pelaku UMKM di Indonesia. Peningkatan tren ini juga ditunjukkan dari hasil riset yang dilakukan oleh Sea Insights unit kerja SEA yang berfokus pada penelitian dan kebijakan publik serta perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara dan Taiwan.

Sekitar 70% pelaku usaha mengakui bahwa mereka akan terus memanfaatkan media digital melalui e-commerce (berjualan dan berbelanja) dan media sosial. Oleh karenanya, transformasi digital menjadi suatu kebutuhan untuk mengembangkan usaha.

Hari ini, hasil studi oleh Sea Insights yang bertajuk “Data Digitalisasi Selamatkan UMKM Indonesia” yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah resmi dirilis.

Data studi ini ditujukan untuk memberikan pengertian yang mendalam terhadap laju perkembangan ekonomi digital dan pemanfaatan digital di Asia Tenggara khususnya di Indonesia kepada kalangan publik selama masa pandemi ini.

Metodologi survei ini dijalankan kepada 20.000 anak muda usia 16 hingga 35 tahun, 2.200 diantaranya adalah pelaku usaha serta dilakukan melalui platform Garena dan Shopee selama periode Juni 2020, selaku anak perusahan dari Sea.

UMKM di Indonesia telah aktif beradaptasi dalam menghadapi tantangan besar selama pandemi. Tiga tantangan UMKM selama masa pandemi ini meliputi pasokan, cash flow dan permintaan.

Para pelaku usaha yang bekerja dari rumah memiliki hambatan utama yakni biaya internet yang mahal dan tidak stabil. Faktor lainnya adalah tetap dirasa perlu interaksi fisik dengan konsumen.

Dalam kaitannya dengan cash flow, pendanaan modal eksternal seperti bantuan pemerintah dan pinjaman online menjadi lebih penting bagi para pelaku usaha untuk menghadapi tantangan cash flow.

Pandu P Sjahrir, Presiden Komisaris Sea Group mengatakan, “Melalui data ini kami berharap dapat membantu memberi gambaran jelas dan mempercepat langkah transformasi digital yang signifikan dan berkelanjutan bagi UMKM di Indonesia. Terutama agar terjadinya kolaborasi di berbagai sektor yang tentunya perlu dukungan penuh dari pemerintah.”

Terangkum dalam data digitalisasi ini, adaptasi yang dilakukan para pelaku usaha untuk menata kembali di masa new normal adalah mengubah strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan. 45% pelaku usaha muda berjualan lebih aktif di platform e-commerce, 1 dari 5 adalah pengguna baru e-commerce.

Pelaku usaha ini meliputi industri rumahan dan student entrepreneur yang membantu ekonomi keluarga, dalam sektor retail, pertanian maupun kesehatan.

UMKM mengubah strategi produksi dan jenis barang untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis. Beberapa pelaku usaha mulai memproduksi barang yang populer seperti masker dan hand sanitizer.

Penelitian dari Sea Insights juga menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata UMKM Indonesia yang mengadopsi e-commerce meningkat lebih dari 160% dan peningkatan produktivitas 110%.

“Hasil studi ini akan sangat bermanfaat untuk berbagai sektor terutama para pelaku usaha sebagai basis tolak ukur melakukan langkah-langkah percepatan dalam aksesibilitas internet, meningkatkan keterampilan digital serta literasi digital yang akan kami dukung dengan sejumlah program seperti inkubasi, edukasi dan kurasi bekerjasama dengan berbagai e-commerce dan sektor swasta lainnya,” ujar Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia.

Salah satu pegiat UMKM lokal yang terus beradaptasi di tengah pandemi adalah Kurniawan Joko Purnomo, pemilik toko pernak-pernik asal Bali, Kampung Souvenir. Memulai usahanya sejak tahun 2009, mukena dan busana muslim dari Kampung Souvenir banyak memakai motif bunga sebagai salah satu motif khas Bali.

Kurniawan Joko Purnomo, mengungkapkan bahwa pandemi memukul keras usahanya. Penjualan toko secara keseluruhan mengalami penurunan. Joko juga mengatakan, “PSBB menyebabkan toko offline kami terpaksa tutup. Melihat pergeseran kebutuhan dan perilaku konsumen, saya dan tim mulai memikirkan inovasi produk agar dapat meningkatkan penjualan.”

Sejak mulai mengadaptasi dan menguatkan penjualan melalui platform digital, omzet Kampung Souvenir kembali stabil. Hal ini menjadi titik terang bagi usahanya.

“Saya mendorong pegiat usaha lokal lain, khususnya di industri fesyen muslim, untuk terus berjuang dan mengikuti transformasi digital di tengah normal baru ini, dengan terus berinovasi dan memanfaatkan digital semaksimal mungkin agar dapat terus mengikuti permintaan pasar saat pandemi ini,” tutupnya.