Terlalu Andalkan Marquez, Honda Kini Tanggung Akibatnya

Posted on

Berita MotoGP: Tim Repsol Honda dinilai kini harus menanggung konsekuensi lantaran hanya mengandalkan Marc Marquez saja. Sementara sang pebalap kini gagal menuai poin karena cedera.

Honda saat ini sedang dalam situasi yang tidak diharapkan. Dalam dua balapan, mereka gagal meraih poin maksimal lantaran pebalap andalan mereka, Marc Marquez mengalami cedera sejak seri perdana. Alhasil, Honda pun kini tertinggal dari para pesaingnya dalam mengumpulkan poin.

Menurut mantan kepala tim Repsol Honda, Livio Suppo, ini adalah konsekuensi yang harus diterima lantaran mereka hanya mengandalkan satu rider saja.

Pada gelaran MotoGP 2019, Honda memang berhasil menyabet triple crown. Akan tetapi, hal itu terjadi karena Marquez benar-benar tampil perkasa. Dalam 19 seri balapan, ia mampu mencatatkan 12 kali kemenangan dan enam lainnya menjadi runner-up.

Pun demikian, hal itu nampaknya tak bisa terjadi musim ini. Hal ini karena ketika Marquez mengalami cedera dan harus absen, tak ada rider Honda lainnya yang benar-benar mampu untuk bersaing di jajaran depan.

Sementara rekan setim Marc Marquez, yakni Alex Marquez, merupakan pebalap debutan yang masih harus banyak belajar. Sementara rider satelit mereka, Cal Crutchlow dan Takaaki Nakagami, tak bisa dijadikan andalan untuk mendulang poin.

“Saat sebuah pabrikan berfokus pada satu pebalap, seperti Honda dengan Marquez, itu dikondisikan oleh pengendara itu. Nakagami mendapatkan tempat keempat yang mana itu adalah hal bagus, itu bagus, tetapi jika dia lebih pintar dia akan bertarung dengan (Valentino) Rossi untuk naik podium,” tutur Suppo sebagaimana dikutip dari Tuttomotoriweb.

Suppo juga mengomentari keputusan nekat Marquez yang memaksa hadir dan mengikuti sesi latihan dan kualifikasi MotoGP Andalusia meskipun kondisinya masih cedera patah lengan dan baru saja menjalani operasi.

“Dari sudut pandangnya (Marquez), dia tidak akan merasa nyaman dengan hati nuraninya. Jika saya masih di Honda, saya akan mencoba meyakinkan dia untuk tidak melakukannya (ikut serta dalam balapan seri kedua). Risiko untuk memperburuk situasi terlalu tinggi,” tegasnya.

Artikel Tag: Marc Marquez, motogp 2020, Honda