Wilander Percaya Nadal Bisa Dengan Mudah Tundukkan Djokovic Di French Open

Posted on

Berita Tenis: Rafael Nadal melenggang ke final French Open lain usai mengklaim kemenangan tiga set langsung atas petenis berkebangsaan Argentina, Diego Schwartzman.

Final kali ini akan menjadi final French Open ke-13 dalam karier bintang tenis Spanyol dengan peluang memenangkan gelar di Roland Garros untuk kali ke-13.

Nadal saat ini hanya terpaut satu kemenangan lagi dari 100 kemenangan di French Open setelah ia mencatatkan hasil yang tidak bisa dipercaya 99-2 di Roland Garros. Dominasi bintang tenis Spanyol tersebut mengundang decak kagum para petenis lain, penggemar, dan legenda olahraga ini.

Salah satu legenda tenis asal Swedia, Mats Wilander menyatakan bahwa tidak ada kondisi apapun yang bisa menghentikan petenis peringkat 2 dunia di French Open.

“Di Roland Garros, anda berharap bisa bermain ketika temperaturnya mencapai 30 derajat Celcius, ketika matahari bersinar cerah, dan bolanya melambung di atas kepala anda. Tetapi terkadang kondisinya cukup dingin, meskipada bulan Mei dan Juni. Dan kali ini kita menyaksikan kehebatan Nadal. Tidak masalah bagaimana kondisinya, ia hampir mustahil untuk dikalahkan,” jelas Wilander.

Dengan kondisi cuaca yang lebih dingin dan bola keluaran Wilson yang lebih berat, clay-court di Roland Garros musim ini menjadi lebih lamban dan Nadal tidak menyukai kondisi tersebut. Meski begitu, juara bertahan menyesuaikan diri dengan baik dan belum kehilangan satu set pun dalam perjalanan menuju final.

“Tentu ia lebih memilih kondisi cuaca yang lebih hangat. Tetapi anda harus bermain selama 5 jam untuk menundukkan Nadal di clay-court yang lamban. Ia menyesuaikan diri dengan kondisi di Roland Garros lebih baik daripada petenis lainnya, sejauh ini,” lanjut Wilander.

Sementara itu, mantan petenis Inggris yang pernah melaju ke semifinal Grand Slam, Tim Henman juga terpukau dengan rekor impresif petenis unggulan kedua di Grand Slam clay-court.

“Sungguh luar biasa. Ketika melihat sejarahnya, itu benar-benar fenomenal. Ia hanya kalah dalam dua pertandingan dan mengklaim kemenangan ke-99. Bagaimana ia mempertahankan level permainan tinggi, menghindari cedera, dan kali ini mencapai final ke-13 tanpa kehilangan satu set pun sungguh menakjubkan,” papar Henman.

Nadal debut di Roland Garros pada musim 2005 dan ia memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya pada musim tersebut. 15 musim berlalu, ia hanya kalah dalam dua pertandingan di French Open, memenangkan 12 gelar, dan 99 pertandingan.

Meski ia belum menghadapi laga menantang, rintangan terakhir di Paris musim ini bisa saja menyulitkan. Ia akan menghadapi musuh bebuyutannya, Novak Djokovic dan banyak pihak memperkirakan bahwa final kali ini akan menjadi final paling sengit dibandingkan final-final sebelumnya.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Rafael Nadal, Novak Djokovic